Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Cerpen Moehammad Abdoe (Panggung Sandiwara.

  terbit di Jawa Pos, Radar Malang (03/06/2020).      DI antara beberapa banyak kendaraan yang terparkir di sana, Dia terpikat oleh Mercedez-Benz putih di bahu jalan. Mobil dengan harga yang mungkin dapat menyuci tangan pemiliknya selama jangka lima tahun ke depan bila mau dijual.      Laki-laki dengan bentuk mata sedikit juling itu masih terpaku diam. Saranku, jika mengimpikan sesuatu janganlah sekadar mengagumi. Kejar! Dekatilah! Perhatikan dengan saksama lalu-lalang manusia di sana terus berarak memadat mengejar alunan suara dendang pesta perjamuan di akhir kalender. Jangan sampai semua orang nanti malah menyorakimu.      "Kau pasti bisa teman!"      "Sepertinya mustahil," desisnya pelan saat melihat bayangan hitam dirinya di kaca mobil tersebut. Namun, semua itu masih bisa kubaca melalui gerak bibirnya yang kehitam-hitaman. Selalu tidak pernah absen menghisap rokok.     ...

Cerpen Moehammad Abdoe (Serigala Berbulu Domba).

terbit di Jawa Pos, Radar Banyuwangi (07/062020). AKHIR-AKHIR ini, sejak banyak narapidana dibebaskan dengan dalih memutus rantai penyebaran virus korona, rumah-rumah sekaligus kandang hewan peliharaan di kampung mereka kerap kebobolan maling. Selain harus mematuhi rekomendasi pemerintah untuk diam di rumah selama pandemi, pengangguran membeludak. Kasus pencurian semakin marak membuat mereka harus mencurigai siapa pun.      Sebagaimana ketika udara lembap di kaki bukit malam itu. Penduduk dukuh di sana masih kondisi lengang dalam pelukan selimut. Tiba-tiba, gencar titir kentongan membuat mereka terperanjat dari ranjang. Dengan menggunakan nyala obor dan petromaks, semua warga mendengar berbondong-bondong menelusuri sumber sipongang: membakar muram kabut. Di halaman rumah Suntiono kemudian mereka berkumpul.      Menapaki ubin kotor penuh jejak sepatu. Kait pintu yang tampak dirusak. Tangisan ringkih gadis berlumuran darah. Dan mayat seor...